Jika pantai lain di Aceh tampak indah dengan pohon cemara, maka di Lhok Mee pengunjung akan menyaksikan deretan pohon air yang tumbuh berjejer di bibir pantai. Oleh warga sekitar, pohon ini disebut ‘geurumbang’.
Di pantai ini, pohon geurumbang tumbuh pada ketinggian air sekitar satu meter. Namun itu hanya terlihat ketika air laut berada pada fase pasang. Sementara ketika air laut telah surut, ketinggian air yang merendam batang geurumbang akan tinggal sebatas tumit.
Pengunjung juga bisa berenang sambil menikmati ombak laut yang pecah dengan indah di bibir pantai. Berdasarkan kedalaman, terdapat minimal dua area yang mungkin dijadikan tempat berenang, yaitu pada area dangkal dan area dalam.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati Lhok Mee sekedar dengan berjalan kaki pada hamparan pasir berwarna putih yang mengikuti garis lurus pantai.
Sebagai lokasi wisata, pantai Lhok Mee juga dilengkapi beberapa fasilitas pendukung bagi para pengunjung. Terdapat deretan warung ikan bakar yang dibangun menghadap laut dengan menu beragam. Pecinta kopi juga dapat menyesap nikmatnya minuman itu di warung-warung di pantai ini. Juga ada kelapa muda, mie rebus dan makanan lainnya.
Bagaimana mengunjungi pantai Lhok Mee?
Dari Banda Aceh, perjalanan menuju Lhok Mee bisa dimulai dari Jalan Teuku Nyak Arif (RSU. Zainal Abidin - Mapolda Aceh) menuju bundaran Simpang Mesra. Di bundaran Simpang Mesra pengunjung akan berbelok ke kiri, melewati jembatan Krueng Cut dan mulai memasuki Jalan Laksamana Keumala Hayati yang mengarah ke Pelabuhan Malahayati. Jika sudah tiba di pelabuhan Malahayati artinya pantai Lhok Mee sudah dekat, yaitu sekitar dua kilometer lagi. Total waktu tempuh jika mengendarai motor dengan kecepatan 60-70 Km/Jam adalah sekitar 35 menit.
Selain pantai Lhok Mee, di Kecamatan Krueng Raya sebenarnya juga terdapat beberapa tempat rekreasi lain; seperti Pantai Ladong, Ujong Batee, Benteng Indraparta, Kolam Air Panas, Benteng Inong Balee dan Makam Malahayati.[]
Editor: