Kepolisian Daerah Aceh menggelar konferensi pers terkait penangkapan delapan orang yang diduga terlibat dalam penembakan Faisal di Mapolda Aceh, Banda Aceh, Senin 19 Mei 2014. Kapolda Aceh, Inspektur Jenderal Husein Hamidi menyatakan tidak ada unsur politik dalam penembakan yang menewaskan Faisal yang merupakan Caleg dari Partai Nasional Aceh (PNA). Motif penembakan diduga karena korban merupakan pemimpin demo, menggerebek dan membubarkan tempat pengajian di pondok Persantren AL Mujahadah yang dipimpin Tgk Barmawi karena adanya fatwa MPU Aceh tentang aliran sesat di pondok tersebut.
Para pelaku termasuk dua personel Polri merupakan pengikut Tgk Barmawi. Polisi juga menyita dua pucuk senjata AK101, sepucuk AK47, 93 butir amunisi AK47, 21 butir amunisi AK kaliber 7,62 milimeter, 456 amunisi kaliber 5,56 milimeter, dua magasin AK47, satu magasin SS1, dua rantang amunisi, dua rompi anti peluru. @Hery Juanda
Editor: Heri Juanda